Faktor Budaya dalam Penerjemahan

Budaya Menentukan Akurasi Penerjemahan Semakin banyak “data” budaya para penerjemah kumpulkan, semakin mereka tahu bagaimana pergerakan kebudayaan-kebudayaan itu; dan yang paling banyak harus dipelajari adalah betapa berbedanya kebudayaan-kebudayaan itu. Bagaimana sukarnya menyeberang ke bidang budaya yang lain dan benar-benar memahami apa yang dimaksudkan oleh suatu kata atau gerakan alis terangkat. Read more

Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Penerjemahan

Faktor Budaya Kita mencium adanya perbedaan. Kita memperhatikan, dimana-mana segala sesuatu berlangsung dengan agak berbeda; suatu kata atau frasa diucapkan secara berbeda atau divariasi dengan cara yang agak mengejutkan; orang berjalan, berbusana, dan bersikap dengan cara berbeda. Barangkali di sinilah letak batas budaya yang perlu diseberangi. Mengapa kita ingin menyeberanginya? Read more

Penerjemah Wajib Berpikri Pragmatis dan Idealis

Pragmatisme Penerjemah Salah satu tuntutan dari atasan atau agensi jasa penerjemah adalah kita harus bekerja cepat dan akurat, tidak boleh lambat apalagi sampai membahayakan reputasi agensi dimana kita bekerja. Pemikiran pragmatis para penerjemah dalam persoalan ini diantaranya adalah apakah pendapatannya pantas, apakah pengguna jasanya puas, apakah pekerjaannya akurat, apakah etis, Read more

Penerjemah Harus Berhati-hati terhadap Intuisi

Intuisi Penerjemah Feminis Ajaran para feminis dan teoritikus pasca kolonial yang telah diajarkan kepada kita sejak pertengahan 1980-an salah satunya ialah seharusnya kita sangat berhati-hati dalam mempercayai intuisi atau “abduksi” kita perihal pengetahuan budaya dan perbedaan budaya. Batas budaya terletak di tengah-tengah hal yang biasanya tampak seperti kebudayaan yang terpadu Read more

Hegemoni Ideologi dalam Penerjemahan

Hegemoni Ideologi Ada yang berubah pada studi penerjemahan modern tentang kebudayaan, yaitu semakin besarnya perhatian pada kontrol kolektif atau pembentukan pengetahuan budaya: peran yang dimainkan ideologi atau Antonio Gramsci (1971) menyebutnya “hegemoni”-dalam mem bangun dan melestarikan pengetahuan budaya serta menertibkan pemindahan lintas hambatan-budaya. Diawali pada akhir 1970-an, beberapa kelompok ilmuwan Read more

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Gaya Penerjemahan

Penerjemah Bahasa Bagi pengelola jasa penerjemah yang harus paham bagaimana bahasa Jerman, kebudayaan, kompetensi dan pengetahuan antar budaya yang timbul dari pengalaman budaya, merupakan fenomena yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kelihatannya. Semakin penerjemah menyadari kompleksitas ini, termasuk perbedaan kemampuan antara kebudayaan dan gender, maka ia akan menjadi penerjemah yang Read more